:::: MENU ::::

Pribadi | Beragi Informasi | 2019

5 Manfaat Baik Sarapan Rendah Lemak Bagi Tubuh

Sarapan itu hal yang penting bagi badan karena sarapan merupakan untuk meningkatkan energi untuk keseharian. Sarapan dengan menu tinggi karbohidrat ternyata membahayakan kesehatan.

Selain membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan daya tahan olahraga, riset terbaru menemukan, makanan rendah karbohidrat memiliki berbagai manfaat kesehatan.

Ada banyak bukti ilmiah yang memaparkan manfaat makanan rendah karbohidrat. Laman Men's Health melansir lima manfaat sarapan dengan menu rendah karbohidrat.

1. Meningkatkan metabolisme

Mengonsumsi makanan rendah karbohidrat dapat secara signifikan meningkatkan pembakaran kalori harian. Manfaat ini telah dibuktikan lewat riset 2018 dari Harvard Medical School.

Disebutkan, mereka yang mengonsumsi makanan rendah karbohidrat membakar 209 kalori lebih banyak dalam sehari, daripada mereka yang mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat.

Atas dasar itu, periset menyimpulkan, mengurangi karbohidrat dapat meningkatkan metabolisme dan mendorong penurunan berat badan.

2. Menjaga nafsu makan

Riset dari Harvard Medical School menemukan, kadar hormon ghrelin dan leptin secara signifikan lebih rendah pada mereka yang mengonsumsi makanan rendah karbohidrat.

Kedua hormon ini dapat memicu rasa lapar dan nafsu makan. Menurut riset pula, mempraktikan diet rendah karbohidrat dapat menjaga kadar hormon ini. Dengan begitu, nafsu makan pun terjaga, dan membuat kita makan lebih sedikit saat jam makan tiba.

3. Membuat kenyang lebih lama

Kita mungkin pernah mendengar mengkonsumsi protein membuat kita kenyang lebih lama. Ada banyak riset yang telah membuktikan hal ini.

Tapi, diet rendah karbohidrat juga membuat kita merasa kenyang lebih lama daripada sekadar melakukan diet rendah lemak.

Riset 2016 dari Tulane University School of Public Health membuktikan, makanan rendah karbohidrat membantu mempertahankan kadar hormon peptida YY, atau hormon peredam rasa lapar.

Diet tinggi lemak ternyata tak dapat mempertajhankan kadar hormon tersebut dengan lebih baik. Ini berarti, diet rendah karbohidrat adalah pilihan yang lebih baik daripada diet rendah lemak.

4. Meningkatkan kekuatan

Riset 2017 yang diterbitkan Journal of Human Kinetics menemukan, atlet yang melakukan diet rendah karbohidrat atau tinggi lemak mengalami peningkatan kinerja.

Secara khusus, otot-otot mereka tampaknya menyimpan energi dan membakar lemak lebih efisien daripada otot-otot atlet yang mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat, namun rendah lemak.

Menurut periset, perubahan ini dapat membantu mencegah penurunan kinerja selama tahap akhir dari kegiatan ketahanan, seperti saat melakukan olahraga atau latihan CrossFit. Pada dasarnya, mengonsumsi makanan rendah karbohidrat tampaknya mencegah kelelahan ekstrem.

5. Menghilangkan lemak berbahaya dalam tubuh

Banyak riset membuktikan, jaringan adiposa visceral, dikaitkan dengan tingkat penyakit metabolik yang tinggi. Adiposa visceral adalahjenis lemak yang terkumpul di sekitar bagian tengah tubuh, dan membuat perut buncit.

Nah, mengurangi asupan karbohidrat juga dapat mengurangi lemak berbahaya ini. Selain itu, mengonsumsi makanan rendah kabohidrat menyebabkan 15 persen penurunan lemak visceral, dibandingkan diet tinggi karbohidrat.